Studi Tentang Desa Tertinggal di Kecamatan Bengalon Kabupaten Kutai Timur (Kasus di Desa Sepaso Selatan) (Ahil Qusyairy)

May 25, 2018
Filed under: Data Portal Mahasiswa S1 

Data Portal Mahasiswa S1

Submitted by: Qusyairy, Ahil
On: May 25, 2018 @ 2:52 PM
IP: 192.168.10.108

  • 1. Title [Judul]: Studi Tentang Desa Tertinggal di Kecamatan Bengalon Kabupaten Kutai Timur (Kasus di Desa Sepaso Selatan)
  • 2. Creator [Pengarang/ penulis]: Ahil Qusyairy
  • 3. Subject [Subjek dan kata kunci]: desa tertinggal, pelayanan, pembangunan desa
  • 4. Description [Abstrak] : Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana suatu desa dapat dikatakan tertinggal serta apa saja yang menyebabkan desa dapat dikatakan tertinggal guna mengetahui permasalahan yang ada di desa dan menghabatnya perkembangan desa, dengan fokus penelitian yaitu Pelayanan Dasar, Kondisi infastruktur, Aksesibilitas/Transportasi, Pelayanan Umum, dan Penyelenggaraan Pemerintahan serta Faktor-faktor penyebab suatu Desa berstatus Tertinggal di Kecamatan Bengalon Kabupaten Kutai Timur. Teknik penulisan yang penulis gunakan di mulai analisis data dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber, yaitu dari wawancara, pengamatan, yang sudah di tuliskan dalam catatan lapangan, dokumen pribadi, dokumen resmi, foto, dan sebagainya, sedangkan Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini akan digunakan dengan metode kualitatif, yaitu dengan mendeskripsikan serta menganalisis data yang telah diperoleh dan selanjutnya dijabarkan dalam bentuk penjelasan sebenarnya.Dari hasil penelitian menunjukan bahwa Desa Sepaso Selatan bisa dikategorikan tertinggal karena belum memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada aspek kebutuhan dasar pada Pelayanan Dasar Pendidikan, Kesehatan Kondisi Infrastruktur Dasar. Aksesibiliti/Transportasi, Pelayanan Umum dan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa yang kurang memadai di lihat dari 42 Indikator terbagi menjadi 23 Indikator yang tidak memiliki fasilitas, 9 indikator memiliki fasilitas tetapi kurang memadai, 7 Indikator memiliki Fasilitas yang memadai dan 2 Indikator yang menunjukan waktu tempuh ke kantor kecamatan dan ke kantor Bupati Kabupaten. Untuk itu diperlukan perhatian lebih dari Pemerintah Kabuaten Kutai Timur dengan Semangat Gotong Royong untuk Pembangunan Desa Tertinggal menjadi Desa Berkembangn dan Mandiri.
  • 5. Publisher [Nama Lembaga Kontributor]: Program S1 Pemerintahan Integratif (PIN)
  • 6. Contributor [Pembimbing, promotor, ilustrator, produser, dll.] : 1. Dr. Erwin Resmawan, M.Si 2. Drs. H. Gunthar Riyadi, M.Si
  • 7. Date [Tanggal / tahun penciptaan atau penerbitan]: 2018
  • 8. Type: Artikel
  • 10. Right [Contoh: CCL, MIT, Open Document, dll.]: Artikel eJournal

Loading