DINAMIKA POLITIK IDENTITAS PADA PILKADA KUTAI BARAT TAHUN 2024 (irfan nul hakim)
by admin | September 23, 2026 10:43
Data Portal Mahasiswa S1
Submitted by: FISIP, PIN
On: Sep 23, 2026 @ 10:43 AM
IP: 182.2.101.197
1. Title [Judul]: DINAMIKA POLITIK IDENTITAS PADA PILKADA KUTAI BARAT TAHUN 2024
2. Creator [Pengarang/ penulis]: irfan nul hakim
3. Subject [Subjek dan kata kunci]: politik identitas, Pilkada Kutai Barat 2024, perilaku memilih, identitas etnis.
4. Description [Abstrak] : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk politik identitas serta faktor-faktor
yang memengaruhi kemunculannya dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)
Kabupaten Kutai Barat tahun 2024 di Kampung Linggang Bigung, Kecamatan Linggang
Bigung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif.
Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan kepala
kampung, kepala adat, masyarakat, tim sukses pasangan calon, serta penyelenggara
pemilu tingkat kampung. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles
dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa politik identitas tidak berkembang secara dominan
dalam dinamika Pilkada Kutai Barat tahun 2024. Penggunaan identitas etnis Dayak,
simbol budaya, asal-usul kultural kandidat, maupun narasi putra daerah dan pendatang
hanya muncul dalam bentuk yang terbatas dan bersifat simbolik, bukan sebagai strategi
utama dalam memperoleh dukungan politik. Preferensi politik masyarakat lebih
dipengaruhi oleh visi, misi, program kerja, dan kapasitas kandidat dibandingkan
kesamaan identitas etnis maupun budaya. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh karakter
masyarakat yang heterogen, hubungan sosial yang harmonis, sikap netral tokoh adat dan
pemerintah kampung, serta meningkatnya pertimbangan rasional masyarakat dalam
menentukan pilihan politik. Dengan demikian, politik identitas masih memiliki ruang
dalam kontestasi politik lokal, namun tidak menjadi faktor dominan yang memengaruhi
perilaku memilih masyarakat pada Pilkada Kutai Barat tahun 2024.
5. Publisher [Nama Lembaga Kontributor]: Program S1 Pemerintahan Integratif (PIN)
6. Contributor [Pembimbing, promotor, ilustrator, produser, dll.] : Dr. Muhammad Hairul Saleh, S.Sos.,MA
7. Date [Tanggal / tahun penciptaan atau penerbitan]: 2026
8. Type: Artikel
9. Identifier/ permalink [URL menuju konten di lembaga kontributor]: https://ejournal.pin.or.id/site/?p=2753[1]
10. Right [Contoh: CCL, MIT, Open Document, dll.]: Artikel eJournal
1. Title [Judul]: Diplomasi Indonesia Dalam Mendorong Perdamaian Konflik Rusia-Ukraina Tahun 2022-2024
2. Creator [Pengarang/ penulis]: Adi Candra Pradana
3. Subject [Subjek dan kata kunci]: diplomasi Indonesia, konflik Rusia-Ukraina, shuttle diplomacy, middle power, per
4. Description [Abstrak] : Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk dan strategi diplomasi Indonesia dalam mendorong perdamaian konflik Rusia-Ukraina pada 2022-2024. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap dokumen resmi pemerintah, jurnal ilmiah, buku, dan sumber daring yang relevan. Analisis difokuskan pada praktik shuttle diplomacy, posisi Indonesia sebagai pihak ketiga, penggunaan forum multilateral, serta diplomasi kemanusiaan dan ketahanan pangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk diplomasi paling menonjol terlihat pada kunjungan Presiden Joko Widodo ke Kyiv dan Moskow pada Juni 2022 untuk menyampaikan pesan perdamaian, membuka komunikasi, serta mendorong pemulihan rantai pasok pangan. Indonesia juga memanfaatkan Presidensi G20 2022 untuk menjaga ruang dialog di tengah perbedaan negara anggota, disertai dukungan kemanusiaan kepada Ukraina dan komunikasi lanjutan hingga 2024. Diplomasi Indonesia relatif efektif pada tingkat komunikasi dan normatif karena mampu menjaga hubungan dengan kedua pihak dan memperkuat seruan penyelesaian damai. Namun, secara substantif, diplomasi tersebut belum menghasilkan gencatan senjata atau perjanjian damai. Peran Indonesia karena itu lebih tepat dipahami sebagai bridge builder daripada mediator utama konflik.
5. Publisher [Nama Lembaga Kontributor]: Program Studi Ilmu Hubungan Internasional
Implementasi Peraturan Walikota Samarinda Nomor 45 Tahun 2023 Tentang Penurunan Stunting Di Daerah (Studi Kelurahan Lok Bahu Kota Samarinda) (Dara Amelia, Enos Paselle, Hariati, Bimantara Nur Alim)
by admin | September 18, 2026 09:49
Data Portal Mahasiswa S1
Submitted by: Web, Admin
On: Sep 18, 2026 @ 9:49 AM
IP: 125.160.115.144
1. Title [Judul]: Implementasi Peraturan Walikota Samarinda Nomor 45 Tahun 2023 Tentang Penurunan Stunting Di Daerah (Studi Kelurahan Lok Bahu Kota Samarinda)
2. Creator [Pengarang/ penulis]: Dara Amelia, Enos Paselle, Hariati, Bimantara Nur Alim
3. Subject [Subjek dan kata kunci]: Implementasi Kebijakan, Tim Pendamping Keluarga, Koordinasi Lintas Sektor
4. Description [Abstrak] : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Peraturan Walikota Nomor 45 Tahun 2023 tentang Penurunan Stunting di Daerah pada Kelurahan Lok Bahu serta mengidentifikasi faktor penghambatnya. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif. Melalui fokus penelitian yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi serta faktor penghambat pelaksanaan kebijakan. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang diterapkan yaitu model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan penurunan stunting di Kelurahan Lok Bahu belum berjalan optimal. Dari aspek komunikasi, proses transmisi telah berjalan baik dari DP2KB hingga ke tingkat TPK, tetapi masih terdapat kelemahan pada kejelasan komunikasi belum diterima secara keseluruhan oleh masyarakat dan konsistensi dan intensitas forum koordinasi yang hanya 2 kali setahun. Dari sisi sumber daya, kualitas SDM, anggaran, peralatan, dan kewenangan formal dinilai sudah memadai, meskipun terdapat keterbatasan dari segi kuantitas personel hanya berjumlah 18 orang. Dimensi disposisi menunjukkan komitmen yang kuat dari tingkat kelurahan hingga tim lapangan, sementara struktur birokrasi telah tertata sesuai prosedur operasional standar (SOP) dan mekanisme pembagian kerja yang formal namun fragmentasi pada pertanggungjawaban fungsi pembinaan oleh DP2KB dalam menginiasi pertemuan TPK ini masih sangat terbatas. Penelitian ini mengidentifikasi tiga faktor penghambat utama, yaitu: (1) minimnya intensitas forum komunikasi dan koordinasi internal TPK akibat beban kerja ganda personel; (2) belum optimalnya sosialisasi dan penyebaran informasi kepada kelompok sasaran secara terstruktur; serta (3) terbatasnya jumlah anggota TPK dibandingkan dengan jumlah sasaran di Kelurahan Lok Bahu.
5. Publisher [Nama Lembaga Kontributor]: Program Studi Administrasi Publik
6. Contributor [Pembimbing, promotor, ilustrator, produser, dll.] : Dr. Enos Paselle, S.Sos., M.AP, Dr. Hj. Hariati, S.Sos., M.Si, Bimantara Nur Alim, S.I.A.N., M.K.P.
7. Date [Tanggal / tahun penciptaan atau penerbitan]: 2026
8. Type: Artikel
9. Identifier/ permalink [URL menuju konten di lembaga kontributor]: https://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/3375[1]
10. Right [Contoh: CCL, MIT, Open Document, dll.]: Open Jurnal
3. Subject [Subjek dan kata kunci]: PBB, Penahanan Administratif, Efektivitas Rezim Internasional, Palestina-Israel
4. Description [Abstrak] : Konflik Israel-Palestina terus menimbulkan berbagai persoalan kemanusiaan, salah satunya praktik penahanan administratif terhadap warga Palestina yang dilakukan tanpa proses peradilan yang jelas. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam menegakkan norma hak asasi manusia dan menangani praktik penahanan administratif selama periode 2023–2025. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas PBB dalam menangani kasus penahanan administratif Israel terhadap warga Palestina. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, berdasarkan dokumen resmi PBB, jurnal ilmiah, buku, laporan organisasi hak asasi manusia, dan sumber relevan lainnya. Analisis menggunakan teori efektivitas rezim internasional Arild Underdal melalui tiga aspek, yaitu output, outcome, dan impact, serta Ambitious Standard dan Modest Standard. Hasil penelitian menunjukkan PBB mampu menghasilkan berbagai output normatif, tetapi belum menghasilkan perubahan perilaku maupun perbaikan kondisi secara signifikan. Dengan demikian, PBB dinilai tidak efektif berdasarkan Ambitious Standard, namun tetap memberikan kontribusi berdasarkan Modest Standard.
5. Publisher [Nama Lembaga Kontributor]: Program Studi Ilmu Hubungan Internasional
1. Title [Judul]: STRATEGI ORGANISASI IMASKAB DALAM PELESTARIAN ADAT BUDAYA BUTON DI SAMARINDA
2. Creator [Pengarang/ penulis]: Reza Hawari
3. Subject [Subjek dan kata kunci]: Strategi Organisasi, Pelestarian Budaya, IMASKAB, Budaya Buton, Samarinda.
4. Description [Abstrak] : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi organisasi IMASKAB dalam pelestarian adat budaya Buton di Samarinda. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin berkurangnya kepedulian masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap budaya Buton akibat pengaruh modernisasi, globalisasi, dan perkembangan teknologi di lingkungan masyarakat multikultural. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran akan memudarnya identitas budaya Buton di kalangan masyarakat perantau, sehingga diperlukan strategi organisasi yang mampu menjaga keberlangsungan nilai-nilai budaya secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas Ketua Dewan Pembina IMASKAB, Ketua Umum IMASKAB, serta anggota aktif organisasi yang terlibat langsung dalam kegiatan pelestarian budaya. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi IMASKAB dalam pelestarian budaya dilakukan melalui peningkatan kesadaran budaya masyarakat, perencanaan program secara kolektif, serta pengembangan kreativitas budaya yang menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Bentuk kegiatan yang dilakukan meliputi pelaksanaan tradisi adat, pelatihan seni budaya, penguatan nilai kekeluargaan dan gotong royong, serta pelibatan generasi muda dalam berbagai kegiatan organisasi. Selain itu, organisasi juga menjalin kerja sama dengan masyarakat dan pihak terkait untuk mendukung keberlangsungan program budaya. Strategi tersebut dinilai mampu memperkuat identitas budaya Buton, meningkatkan solidaritas sosial masyarakat perantau, serta menjaga eksistensi budaya Buton di Kota Samarinda.
5. Publisher [Nama Lembaga Kontributor]: Program Studi Pembangunan Sosial
6. Contributor [Pembimbing, promotor, ilustrator, produser, dll.] : Sarifudin, S. Sos., M. Si
7. Date [Tanggal / tahun penciptaan atau penerbitan]: 2026
8. Type: Artikel
9. Identifier/ permalink [URL menuju konten di lembaga kontributor]: https://portal.fisip-unmul.ac.id/site/?page_id=20[1]
10. Right [Contoh: CCL, MIT, Open Document, dll.]: Open Document
Alasan Penarikan Pasukan Perancis dari operasi Barkhane di Afrika Tahun 2021 (Wafiq Halidsyam)
by admin | September 8, 2026 09:01
Data Portal Mahasiswa S1
Submitted by: Halidsyam, Wafiq
On: Sep 8, 2026 @ 9:00 AM
IP: 10.1.5.97
1. Title [Judul]: Alasan Penarikan Pasukan Perancis dari operasi Barkhane di Afrika Tahun 2021
2. Creator [Pengarang/ penulis]: Wafiq Halidsyam
3. Subject [Subjek dan kata kunci]: Perancis, Afrika, Wagner, China, kontraterorisme
4. Description [Abstrak] : Penelitian ini mengkaji latar belakang dan implikasi penarikan diri Prancis dari operasi militer Barkhane di Afrika, dengan fokus pada perkembangan yang terjadi antara tahun 2020 hingga 2021. Dengan menggunakan metodologi kualitatif dan data sekunder, penelitian ini menerapkan teori pengambilan keputusan Richard Snyder untuk menganalisis bagaimana ketidakstabilan regional dan melonjaknya sentimen anti-Prancis—yang dipicu oleh serangkaian kudeta—melemahkan pengaruh Prancis di kawasan tersebut. Munculnya tentara bayaran Grup Wagner dan Inisiatif Sabuk dan Jalan Tiongkok semakin memperburuk situasi, sehingga menantang status Prancis sebagai pemain kunci dalam upaya kontra-terorisme di Sahel. Menanggapi ancaman eksistensial di sektor militer, politik, ekonomi, dan sosial ini, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan penarikan strategis pasukan dan pengurangan kehadiran militer, dengan menggambarkan penarikan tersebut sebagai langkah yang diperlukan demi keamanan nasional.
5. Publisher [Nama Lembaga Kontributor]: Program Studi Ilmu Hubungan Internasional
3. Subject [Subjek dan kata kunci]: Motivasi berprestasi, konsep diri, kemandirian belajar
4. Description [Abstrak] : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsep diri dan kemandirian belajar terhadap motivasi berprestasi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah 52 orang mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas X. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan skala motivasi berprestasi konsep diri, dan kemandirian belajar. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh yang signifikan konsep diri dan kemandirian belajar terhadap motivasi berprestasi dengan nilai F hitung = 29.599 > F tabel =3.18 dan nilai p = 0.000 serta memiliki kontribusi pengaruh (R2) sebesar 54.7%; (2) tidak terdapat pengaruh yang signifikan konsep diri terhadap motivasi berprestasi dengan nilai koefisien beta = 0.031, t hitung = 0.169, dan nilai p = 0.867 (p>0.05); (3) terdapat pengaruh positif dan signifikan kemandirian belajar terhadap motivasi berprestasi dengan nilai koefisien beta = 0.713, t hitung = 3.895, dan nilai p = 0.000 (p
5. Publisher [Nama Lembaga Kontributor]: Program Studi Psikologi
Efektivitas Pelatihan Menjahit Pada Masyarakat Usia Produktif Dalam Program Pembangunan Dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya) Di Kelurahan Sidomulyo (Alfina Febriana)
1. Title [Judul]: Efektivitas Pelatihan Menjahit Pada Masyarakat Usia Produktif Dalam Program Pembangunan Dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya) Di Kelurahan Sidomulyo
2. Creator [Pengarang/ penulis]: Alfina Febriana
3. Subject [Subjek dan kata kunci]: Efektivitas Pelatihan, Probaya, Model CIPP, Pemberdayaan Masyarakat.
4. Description [Abstrak] : Efektivitas Pelatihan Menjahit pada Masyarakat Usia Produktif dalam Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya) di Kelurahan Sidomulyo. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program pelatihan menjahit bagi masyarakat usia produktif dan Ibu Rumah Tangga (IRT) dalam skema Program Probebaya di Kelurahan Sidomulyo berdasarkan Perwali No. 11 Tahun 2022. Evaluasi dilakukan secara komprehensif menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap informan yang terdiri dari lurah, Pokmas, Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), serta peserta pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Context: Program dinilai sangat efektif karena selaras dengan apa yang dibutuhkan masyarakat dan lahir dari aspirasi warga. (2) Input: Kualitas kurikulum dan instruktur sangat memadai karena melibatkan sinergi profesional bersama LPK, namun terdapat kesenjangan pada keterbatasan distribusi bantuan alat pascapelatihan. (3) Process: Pelaksanaan berjalan dinamis dengan pendekatan praktik intensif (80%) serta manajemen jadwal yang fleksibel bagi IRT. (4) Product: Program berhasil meningkatkan kapasitas teknis peserta dari awam menjadi terampil, bahkan sebagian lulusan telah terserap di industri konveksi jeans. Namun, keberlanjutan produktivitas sebagian peserta lainnya terhambat oleh ketiadaan kepemilikan modal alat jahit pribadi. Berdasarkan analisis teori pemberdayaan Jim Ife, program ini telah memenuhi dimensi manusia, sosial, dan ekonomi, namun memerlukan tindak lanjut berupa pembentukan Kelompok Usaha Bersama oleh pihak kelurahan untuk menjaga keberlanjutan ekosistem usaha warga.
5. Publisher [Nama Lembaga Kontributor]: Program Studi Pembangunan Sosial
KAJIAN DAMPAK SOSIAL DAN EKONOMI SEBUAH KONFLIK LAHAN KOPERASI KARYAWAN DI KOTA SAMARINDA (Muhammad Renaldy)
by admin | September 3, 2026 11:46
Data Portal Mahasiswa S1
Submitted by: ,
On: Sep 3, 2026 @ 11:45 AM
IP: 182.8.179.61
1. Title [Judul]: KAJIAN DAMPAK SOSIAL DAN EKONOMI SEBUAH KONFLIK LAHAN KOPERASI KARYAWAN DI KOTA SAMARINDA
2. Creator [Pengarang/ penulis]: Muhammad Renaldy
3. Subject [Subjek dan kata kunci]: Konflik Lahan, Dampak Sosial dan Ekonomi, Koperasi Karyawan, Resolusi Konflik
4. Description [Abstrak] : Konflik lahan Koperasi Karyawan Kalimanis Group di Kelurahan Sungai Kapih, Kota Samarinda, bermula dari proyek pembangunan perumahan karyawan yang dilaksanakan pada tahun 1994, namun terhenti akibat krisis moneter pada tahun 1997. Kondisi tersebut kemudian diperburuk oleh kebangkrutan perusahaan pada tahun 2003 yang mengakibatkan terjadinya pemutusan hubungan kerja secara massal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak sosial dan ekonomi serta dinamika konflik yang terjadi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Informan dalam penelitian ini meliputi saksi sejarah, Forum Komunikasi Koperasi, dan mantan karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik yang pada awalnya bersifat realistis karena dipicu oleh perebutan sumber daya yang terbatas, kemudian berkembang menjadi konflik non-realistis yang ditandai dengan adanya kebutuhan salah satu pihak untuk meredakan ketegangan. Dampak sosial yang ditimbulkan meliputi perpecahan internal, menurunnya kepercayaan antaranggota koperasi, serta melemahnya solidaritas. Sementara itu, dampak ekonomi yang dirasakan oleh mantan karyawan berupa penurunan pendapatan setelah terjadinya pemutusan hubungan kerja serta ketidakmampuan memanfaatkan lahan akibat konflik yang berlangsung secara berkepanjangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konflik agraria yang tidak dikelola dengan baik tidak hanya berdampak pada kerusakan struktur kelembagaan koperasi, tetapi juga memperburuk kerentanan sosial dan ekonomi mantan karyawan. Oleh karena itu, diperlukan upaya mediasi pemerintah yang transparan serta reformasi tata kelola koperasi yang berlandaskan pada prinsip partisipasi dan akuntabilitas untuk mendukung penyelesaian konflik secara adil dan berkelanjutan.
5. Publisher [Nama Lembaga Kontributor]: Program Studi Pembangunan Sosial
KAJIAN DAMPAK SOSIAL DAN EKONOMI SEBUAH KONFLIK LAHAN KOPERASI KARYAWAN DI KOTA SAMARINDA (Muhammad Renaldy)
by admin | September 3, 2026 11:44
Data Portal Mahasiswa S1
Submitted by: ,
On: Sep 3, 2026 @ 11:44 AM
IP: 182.8.179.61
1. Title [Judul]: KAJIAN DAMPAK SOSIAL DAN EKONOMI SEBUAH KONFLIK LAHAN KOPERASI KARYAWAN DI KOTA SAMARINDA
2. Creator [Pengarang/ penulis]: Muhammad Renaldy
3. Subject [Subjek dan kata kunci]: Konflik Lahan, Dampak Sosial dan Ekonomi, Koperasi Karyawan, Resolusi Konflik
4. Description [Abstrak] : Konflik lahan Koperasi Karyawan Kalimanis Group di Kelurahan Sungai Kapih, Kota Samarinda, bermula dari proyek pembangunan perumahan karyawan yang dilaksanakan pada tahun 1994, namun terhenti akibat krisis moneter pada tahun 1997. Kondisi tersebut kemudian diperburuk oleh kebangkrutan perusahaan pada tahun 2003 yang mengakibatkan terjadinya pemutusan hubungan kerja secara massal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak sosial dan ekonomi serta dinamika konflik yang terjadi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Informan dalam penelitian ini meliputi saksi sejarah, Forum Komunikasi Koperasi, dan mantan karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik yang pada awalnya bersifat realistis karena dipicu oleh perebutan sumber daya yang terbatas, kemudian berkembang menjadi konflik non-realistis yang ditandai dengan adanya kebutuhan salah satu pihak untuk meredakan ketegangan. Dampak sosial yang ditimbulkan meliputi perpecahan internal, menurunnya kepercayaan antaranggota koperasi, serta melemahnya solidaritas. Sementara itu, dampak ekonomi yang dirasakan oleh mantan karyawan berupa penurunan pendapatan setelah terjadinya pemutusan hubungan kerja serta ketidakmampuan memanfaatkan lahan akibat konflik yang berlangsung secara berkepanjangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konflik agraria yang tidak dikelola dengan baik tidak hanya berdampak pada kerusakan struktur kelembagaan koperasi, tetapi juga memperburuk kerentanan sosial dan ekonomi mantan karyawan. Oleh karena itu, diperlukan upaya mediasi pemerintah yang transparan serta reformasi tata kelola koperasi yang berlandaskan pada prinsip partisipasi dan akuntabilitas untuk mendukung penyelesaian konflik secara adil dan berkelanjutan.
5. Publisher [Nama Lembaga Kontributor]: Program Studi Pembangunan Sosial